10 Kelompok UPPKA Kenjeran Unjuk Produk, Wali Kota Eri Cahyadi Apresiasi 10 Tahun Pendampingan UPN Veteran Jatim
5 min read

Bicarasurabaya.com – Sebanyak 10 kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) Kecamatan Kenjeran memamerkan produk hasil pendampingan UPN “Veteran” Jawa Timur di Graha YKP Surabaya, Kamis (27/8/2026). Gelar produk yang bersamaan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional itu sekaligus menandai 10 tahun kolaborasi pendampingan antara Pemerintah Kota Surabaya dan UPN “Veteran” Jawa Timur dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga.
Gelar produk itu dihadiri langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama istri, jajaran perangkat daerah (PD) Pemkot Surabaya, Prof. Dr. Dra. Ignatia Martha Hendrati, M.E. serta para pendamping dosen dari UPN “Veteran” Jawa Timur yang terdiri dari berbagai bidang keilmuan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan apresiasi atas konsistensi UPN “Veteran” Jawa Timur yang selama satu dekade mendampingi kelompok UPPKA di Surabaya.
“Saya menyampaikan terimakasih banyak kepada Prof Martha dan tim pendampingi dari UPN karena sudah 10 tahun kita bergandengan tangan. Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat, tetapi tidak pernah berhenti menciptakan keluarga yang sejahtera di Kota Surabaya. Saya matur nuwun sanget atas nama pribadi dan seluruh Kota Surabaya,” kata Eri.
Menurut Wali Kota Eri, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi harus terus dijaga karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat kesejahteraan keluarga.
“Semoga sinergi ini tidak pernah berhenti, karena sinergi untuk kebaikan jangan pernah berhenti di muka bumi ini, khususnya di Kota Surabaya,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Martha mengatakan perjalanan pendampingan selama 10 tahun memperlihatkan perkembangan yang signifikan pada para pelaku UPPKA. Tidak sedikit peserta yang awalnya menjalankan usaha sederhana dengan modal terbatas kemudian mampu menjadikannya sebagai salah satu sumber penghasilan keluarga.
“Sepuluh tahun bukan perjalanan yang singkat. Selama itu kami bertemu dengan keluarga-keluarga hebat dan pelaku usaha yang tidak pernah berhenti belajar. Kami menyaksikan yang awalnya sederhana dan bermodal terbatas kemudian berkembang menjadi sumber penghasilan keluarga,” kata Martha.
Perubahan tersebut, lanjut dia, tidak hanya terlihat dari perkembangan usaha, tetapi juga dari meningkatnya kepercayaan diri para peserta.
“Kami juga melihat yang sebelumnya kurang percaya diri mulai berani menawarkan produknya, mengikuti pameran, dan memperkenalkan usahanya kepada masyarakat,” ujarnya.
Pada tahun ini, pendampingan difokuskan di Kecamatan Kenjeran dengan melibatkan 10 kelompok UPPKA. Para peserta mendapatkan pembekalan untuk memperkuat kemampuan mengelola usaha, salah satunya melalui materi manajemen ritel.
“Kami mengajarkan manajemen ritel supaya mereka bisa mengelola usahanya dengan baik dan usahanya bisa berkembang,” ujar Martha.
Menurutnya, pendekatan pendampingan UPPKA tidak semata-mata diarahkan pada kemampuan membuat produk atau memulai usaha. Peserta juga dibekali berbagai pengetahuan lain yang berkaitan dengan penguatan keluarga, termasuk parenting, pengelolaan usaha, serta peningkatan pendapatan keluarga.
Para peserta bahkan memperoleh kesempatan merasakan pengalaman belajar selama satu hari di UPN “Veteran” Jawa Timur. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pendampingan untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan motivasi dalam mengembangkan usaha.
“Kami melakukan pendampingan kepada mereka mulai dari bagaimana memperoleh penghasilan, bagaimana usaha bisa membantu meningkatkan penghasilan keluarga, hingga bagaimana usaha itu terus berkembang,” katanya.
Prof Martha berharap 10 kelompok UPPKA Kenjeran yang mengikuti program tahun ini tidak berhenti sebagai peserta pendampingan. Mereka diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi di lingkungan masing-masing dan turut membagikan pengetahuan kepada masyarakat lain.
“Kami berharap para peserta tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga menjadi penggerak perekonomian dan membagikan pengetahuan yang sudah diperoleh,” ujarnya.
Gelar produk di Graha YKP menjadi salah satu ruang bagi peserta untuk menunjukkan perkembangan usaha setelah mengikuti berbagai proses pembinaan. Produk-produk yang ditampilkan menjadi gambaran bagaimana pendampingan diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan barang, tetapi juga membangun usaha yang lebih tertata dan berkelanjutan.
Prof Martha turut menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Surabaya dan seluruh pihak yang selama ini mendukung pelaksanaan program UPPKA.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Surabaya dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini. Jadikan momentum ini sebagai awal untuk melangkah semakin kuat. Mari membangun usaha yang tertib dan berkelanjutan,” katanya.
Kolaborasi selama satu dekade tersebut diharapkan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak keluarga di Surabaya. Melalui pendampingan berkelanjutan, kelompok UPPKA tidak hanya didorong menghasilkan produk, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi keluarga dan tumbuh sebagai pelaku usaha yang lebih mandiri. (*)
UPPKA Kenjeran Unjuk Produk, Wali Kota Eri Apresiasi Pendampingan UPN Veteran Jawa
RRI.CO.ID, Surabaya – Sebanyak 10 kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor Kecamatan Kenjeran memamerkan produk di Graha YKP Surabaya. Gelar produk tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33, Kamis, 27 Agustus 2026.Kegiatan sekaligus menandai 10 tahun kolaborasi Pemerintah Kota Surabaya dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur.
Kolaborasi tersebut berupa pendampingan kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga.Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengapresiasi konsistensi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur selama satu dekade.“Saya menyampaikan terima kasih banyak kepada Prof Martha dan tim pendamping dari UPN karena sudah 10 tahun kita bergandengan tangan,” kata Eri.
Menurutnya, sinergi pemerintah daerah dan perguruan tinggi harus terus dijaga karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.“Semoga sinergi ini tidak pernah berhenti, karena sinergi untuk kebaikan jangan pernah berhenti di muka bumi ini, khususnya di Kota Surabaya,” ujarnya.Sementara itu, Prof. Dr. Dra. Ignatia Martha Hendrati, M.E. mengatakan, pendampingan selama 10 tahun menunjukkan perkembangan signifikan para pelaku usaha.“Sepuluh tahun bukan perjalanan yang singkat. Selama itu kami bertemu dengan keluarga-keluarga hebat dan pelaku usaha yang tidak pernah berhenti belajar,” kata Martha.Ia mengatakan, sejumlah peserta yang awalnya menjalankan usaha sederhana dengan modal terbatas kini mampu menjadikannya sebagai sumber penghasilan keluarga. Perkembangan juga terlihat dari meningkatnya kepercayaan diri peserta dalam menawarkan produk dan mengikuti berbagai pameran.
Tahun ini, pendampingan difokuskan kepada 10 kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor di Kecamatan Kenjeran. Peserta mendapatkan pembekalan pengelolaan usaha, termasuk materi manajemen ritel agar usaha dapat dikelola dan dikembangkan secara lebih baik.Pendampingan juga mencakup penguatan keluarga, seperti pengasuhan anak, pengelolaan usaha, dan peningkatan pendapatan keluarga. Peserta bahkan mendapat kesempatan belajar selama satu hari di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur untuk memperluas wawasan dan motivasi.“Kami melakukan pendampingan kepada mereka mulai dari bagaimana memperoleh penghasilan, bagaimana usaha bisa membantu meningkatkan penghasilan keluarga, hingga bagaimana usaha itu terus berkembang,” katanya.Martha berharap para peserta tidak berhenti sebagai penerima pendampingan, tetapi mampu menjadi penggerak ekonomi di lingkungan masing-masing.
“Kami berharap para peserta tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga menjadi penggerak perekonomian dan membagikan pengetahuan yang sudah diperoleh,” ujarnya.Gelar produk di Graha YKP menjadi ruang bagi kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor untuk menunjukkan perkembangan usaha setelah pembinaan. Kolaborasi Pemerintah Kota Surabaya dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur diharapkan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak keluarga di Surabaya.


